MAKALAH : PENGERTIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

ACEHSTONE : Sistem Informasi Geografis (SIG) membahas masalah penyimpanan informasi tentang bumi dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara informasi. Sebagai tambahan pada sub disiplin ilmu geografi lainnya, spesialis Sistem Informasi Geografis (SIG)  harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SIG memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software)

SIG adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran situasi ruang muka bumi atau informasi tentang ruang muka bumi yang diperlukan untuk dapat menjawab atau menyelesaikan suatu masalah yang terdapat dalam ruang muka bumi yang bersangkutan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pengumpulan, penataan, pengolahan, penganalisisan dan penyajian data-data/fakta-fakta yang ada atau terdapat dalam ruang muka bumi tertent.

Menurut Burrough (Heywood, 2002, p12) pengertian sistem informasi geografis adalah sekumpulan alat untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil kembali saat dibutuhkan, mentransformasikan dan menampilkan suatu data spasial dari dari dunia nyata untuk suatu kebutuhan tertentu.

Menurut Department of Environment (Heywood, 2002, p12) sebuah sistem informasi geografis yang baik seharusnya dapat memberikan :
  1. Akses yang mudah dan cepat untuk pengaksesan data dalam jumlah yang besar
  2. Kemampuan untuk
  3. Memilih detail berdasarkan area atau suatu tema tertentu.
  4. Menyambungkan atau menggabungkan sekumpulan data dengan yang lainnya.
  5. Menganalisa karakteristik spasial suatu data.
  6. Mencari karakteristik tertentu di suatu area.
  7. Memperbaharui data dengan cepat dan murah.
  8. Memodelkan suatu data.
Mampu menghasilkan suatu output (peta, grafik, daftar alamat dan rangkuman statistik) yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus atau tertentu.

Sistem informasi geografis telah digunakan untuk berbagai keperluan dan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti geodesi, lingkungan, kebijakan publik, statistik dan lain sebagainya. Jadi secara singkat sistem informasi geografis dapat memberikan nilai tambah untuk data spasial dengan memungkinkan data untuk diorganisasikan dan ditampilkan berdasarkan suatu tema tertentu.

Dewasa ini sudah dikenal adanya peta digital (digital map), yaitu peta yang berupa gambaran permukaan bumi yang diolah dengan bantuan media komputer. Data yang diperoleh berupa data digital dan hasil dari gambaran tersebut dapat disimpan dalam suatu media seperti disket, CD, maupun media penyimpanan lainnya, serta dapat ditampilkan kembali pada layar monitor komputer. Biasanya peta digital ini dibuat dengan menggunakan software Sistem Informasi Geografis (SIG). Ilmu yang mempelajari tentang peta dan pemetaan disebut dengan kartografi dan orang yang ahli dalam bidang peta dan pemetaan disebut kartograf.

SEJARAH SIG

Sistem ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1972 dengan nama Data Banks for Development. Munculnya istilah Sistem Informasi Geografis seperti sekarang ini setelah dicetuskan oleh General Assembly dari International Geographical Union di Ottawa Kanada pada tahun 1967. Dikembangkan oleh Roger Tomlinson, yang kemudian disebut CGIS (Canadian GIS-SIG Kanada).
GIS digunakan untuk menyimpan, menganalisa dan mengolah data yang dikumpulkan untuk inventarisasi Tanah Kanada (CLI-Canadian Land Inventory) yang merupakan sebuah inisiatif untuk mengetahui kemampuan lahan di wilayah pedesaan Kanada dengan memetakan berbagai informasi pada tanah, pertanian, pariwisata, alam bebas, unggas dan penggunaan tanah pada skala 1:250000.

Sejak saat itu Sistem Informasi Geografis berkembang di beberapa benua terutama Benua Amerika, Benua Eropa, Benua Australia, dan Benua Asia. Seperti di Negara-negara yang lain, di Indonesia pengembangan SIG dimulai di lingkungan pemerintahan dan militer. Perkembangan SIG menjadi pesat semenjak di ditunjang oleh sumberdaya yang bergerak di lingkungan akademis (kampus).

Dalam sejarahnya penggunaan SIG modern (berbasis computer, digital) dimulai sejak tahun 1960-an. Pada saat itu untuk menjalankan perangkat SIG diperlukan computer mainframe khusus dan mahal. Dengan perkembangan computer PC, kecanggihan CPU, dan semakin murahnya memori, sekarang SIG tersedia bagi siapapun dengan harga murah.

PERBEDAAN SIG DAN SIM
Sistem informasi geografis dan sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem yang berbeda dalam metode penyajian informasi. Jika sistem informasi manajemen hanya menampilkan informasi biasa sedangkan sistem informasi geografis menampilkan informasi mengenai permukaan bumi. Adapun perbedaan dari tersebut dapat di jelaskan seperti berikut :
  1. SIG bentuk khusus dari sistem informasi yang diaplikasikan ke data geografis.
  2. Sistem informasi adalah kumpulan proses, dieksekusi pada data mentah untuk menghasilkan informasi yang akan berguna dalam pengambilan keputusan.
  3. SIG menggunakan data yang mereferensi secara geografis seperti data non-spasial dan terdapat operasi yang mendukung analisa spasial.
CARA MEMPEROLEH DATA / INFOMASI GEOGRAFIS 
Dalam memperoleh data informasi geografis ada lima tahapan proses yang harus dilakukan oleh para analisis pembuat sistem informasi geografis. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
  1. Survey Lapangan, yaitu pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).
  2. Sensus, dilakukan dgn pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan, pengumpulan data secara nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
  3. Statistik, merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pd stasiun pengamatan dan analisis data geografi tersebut  contohnya  data curah hujan.
  4. Tracking, merupakan cara pengumpulan data menurut periode tertentu utk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan. Contohnya seperti  kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.
  5. Penginderaan jarak jauh (inderaja atau Remote Sensing), merupakan ilmu dan seni utk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dgn obyek, wilayah atau fenomena yg diamati.
JENIS - JENIS PETA

Pada dasarnya terdapat beberapa jenis peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi yaitu sebagai berikut :

  1. Peta Multiguna : Menggambarkan topografi suatu daerah (kondisi fisik : gunung, danau, kota, dsb.) dan batas-batas administrasi suatu wilayah (kelurahan, kecamatan, propinsi, negara).
  2. Peta Tematik : Menampilkan distribusi keruangan dari kenampakan seperti vegetasi, tanah, geomorfologi, geologi dan sumber daya alam.
  3. Peta Sosial Ekonomi : Peta kependudukan, desa tertinggal, peninggalan sejarah, dll.
PENGERTIAN SISTEM 
Menurut Jogianto (2010 : 655) “Sistem merupakan suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling tergantung dan prosedur-prosedur yang berhubungan, yang melaksanakan dan memudahkan pelaksanaan kegiatan utama dari suatu organisasi. Sedangkan sub sistem adalah bagian atau unsur dari sistem yang mendukung serangkaian yang akan di proses dalam mencapai tujuan, maksud dan sasaran dari sistem tersebut. Jadi yang di maksud sistem adalah suatu kelompok dari elemen yang terorganisir untuk melakukan suatu cara, prosedur atau mengontrol proses informasi”.

Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani yaitu systema, ditinjau dari sudut katanya, sistem berarti sekumpulan objek yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan suatu kesatuan metode, prosedur, teknik yang digabungkan dan diatur sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Ensiklopedia Manajemen System adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas sejumlah variabel yang berinteraksi dan saling berhubungan satu sama lain dan prosedur-prosedur yang berkaitan yang melaksanakan dan memudahkan pelaksanaan kegiatan utama dari suatu organisasi.

PENGERTIAN INFORMASI 
Informasi adalah suatu data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data-data yang sesuai dengan kenyataan atau informasi merupakan hasil akhir dari proses pengolahan data yang telah dimanipulasi, sehingga bermanfaat. Informasi yang diberikan harus akurat, tepat waktu dan relevan sehingga informasi yang diberikan tidak mengundang kesalahan [Jogianto, 2010:625].

Hubungan antara data dengan informasi adalah seperti bahan baku sampai barang jadi. Dengan kata lain, sistem pengolahan informasi adalah pengolahan data menjadai informasi, atau lebih tepatnya, sistem pengolahan data dari bentuk tidak berguna menjadi berguna atau informasi bagi penerimanya.
 
PENGERTIAN PETA 
Pengertian peta secara umum adalah gambaran dari permukaan bumi yang digambar pada bidang datar, yang diperkecil dengan skala tertentu dan dilengkapi simbol sebagai penjelas.Beberapa ahli mendefinisikan peta dengan berbagai pengertian, namun pada hakikatnya semua mempunyai inti dan maksud yang sama Pet,



jobs fromid.neuvoo.com